This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 19 Maret 2014

Manchester United Terpuruk, Fans Salahkan Sir Alex Ferguson


Sumur Abar - Ternyata bukan David Moyes yang dianggap fans paling bertanggung jawab atas keterpurukan Manchester United musim ini, melainkan pendahulunya, Sir Alex Ferguson.

The Red Devils, juara bertahan Liga Primer Inggris, anjlok hingga ke peringkat ketujuh klasemen saat ini akibat rentetan hasil buruk di bawah komando Moyes. Akhir pekan lalu mereka menelan kekalahan kandang pertama dalam lima tahun terakhir dari musuh abadi, Liverpool, dengan skor telak 3-0. Dengan jarak 12 angka dari peringkat keempat klasemen, United kemungkinan besar akan gagal menembus Liga Champions musim depan.

Kendati posisi Moyes mulai goyah, mayoritas suporter ternyata lebih menuding Sir Alex sebagai biang keladi kemerosotan kolektor gelar terbanyak Liga Inggris tersebut, setidaknya demikian menurut suvei yang dilakukan fanzine United, Red Issue.

Sebanyak 40,57 persen fans menyalahkan Sir Alex lantaran sang manajer legendaris diketahui memilih langsung Moyes sebagai suksesornya. Pemilik klub, Keluarga Glazer, menyusul di tempat kedua dengan jumlah suara 32,55 persen.

Sementara itu, Moyes sendiri dianggap bertanggung jawab "hanya" oleh 17,45 persen fans, para pemain disalahkan oleh 4,25 persen suporter, dan suara minoritas (3,77 persen) menyatakan ketua eksekutif Ed Woodward yang pantas disebut sebagai biang keladi keterpurukan tim.

United nanti malam harus mengejar ketertinggalan 2-0 dari Olympiakos pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, sebelum bertamu ke West Ham United dalam lanjutan Liga Primer pada Sabtu, lalu menjamu Manchester City dalam derby di Old Trafford tengah pekan depan.

Sumur Abar, 19/3/2014

Jangan Klik Video Pesawat Malaysia MH370 Ditemukan di Segitiga Bermuda



Sumur Abar - Sebuah scam (penipuan)malware (software perusak) baru menyebar di Facebook.
Kali ini, para hacker mengambil kesempatan dari kasus hilangnya pesawat MH370 milik Malaysia Airlines untuk membajak akun-akun Facebook.
Pesawat Boeing 777 yang membawa 239 penumpang menghilang secara misterius pada Sabtu (8/3) dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Walaupun sebuah pencarian internasional sudah dilakukan untuk pesawat ini, tapi hanya sedikit informasi yang diketahui mengenai apa yang terjadi pada pesawat itu.
Para hacker memanfaatkan rasa penasaran yang dimiliki publik dan mem-spam Facebook dengan posting yang menyamar sebagai berita video bahwa pesawat itu ditemukan di sekitar perairan Segitiga Bermuda. Para hacker menulis seakan-akan video itu berasal dari CNN untuk menambah kepercayaan dan bahkan menampilkan tombol “play” pada posting video palsu itu.
Judul posting soal video ini beragam, beberapa mengklaim bahwa setiap penumpang ditemukan selamat sementara dalam berita palsu lainnya dikatakan hanya 50 orang yang ditemukan selamat, tapi semua berita palsu ini melakukan hal yang sama.
Saat seorang penumpang mengklik video itu, mereka akan dialihkan ke sebuah situs yang mengandung malware untuk melakukan phising yang meminta sang pengguna untuk membagi video itu sebelum dia bisa menontonnya. Hal ini memberikan para hacker akses kepada akun Facebook dan secara otomatis memposting video itu di wall Facebook korban untuk memancing orang lain.
Link-link serupa juga telah dibagi di jejaring sosial lainnya. Tentunya hingga saat ini belum diketahui secara pasti tentang apa yang terjadi pada pesawat dari Malaysia Airlines itu. Sekalipun Anda percaya pada teman Facebook yang membagi sebuah link apapun, Anda tetap harus memverifikasi link itu akan membawa Anda ke mana. Situs yang otentik tidak pernah meminta seorang pengguna untuk berbagi sebuah video sebelum dia bisa menontonnya.
Jika Anda sudah terlanjur mengklik link itu, membaginya atau me-like video itu, segeralah menghapus posting itu dari Wall Anda dan ubah password Facebook Anda. Selain itu, merupakan sebuah hal yang bijaksana untuk mengubah password akun-akun lain yang menggunakan password yang sama dengan akun Facebook Anda.
Sumber: International Business Times
Sumur Abar, 19/3/2014

Senin, 17 Maret 2014

Karena Muslimah Adalah Ratu

Sumur Abar - Alkisah, ada seorang prajurit Inggris bertanya pada orang muslim yang baru salat dari masjid. Si prajurit bertanya, “Wanita muslim aneh ya? Kenapa sih mereka tidak boleh saling sentuh dengan pria walaupun cuma jabat tangan? Itu bukan hal yang aneh kan?” Pria muslim balik bertanya, “Coba, sekarang aku yang tanya, kalau kamu yang seorang prajurit Inggris, boleh tidak tiba-tiba jabat tangan atau pegang-pegang ratu Elisabeth, boleh juga tidak aku sentuh-sentuh tangannya?” Prajurit itu dengan lantang menjawab, “Watch your tongue!! Jangan asal ngomong kamu! Ratu itu punya kedudukan tinggi! Mana boleh disentuh oleh pria sembarangan seperti kita. Hanya raja dan keluarga kerajaan yang boleh, walaupun hanya jabat tangan!” Pria muslim kemudian terseyum dan menjawab, “Ya itulah muslimah. Di dalam Islam, agama kami, mereka ibarat seorang ratu. Mereka tidak boleh disentuh kulitnya oleh sembarangan orang kecuali sang raja, yaitu suaminya, dan anggota keluarga saja. Mereka juga punya kedudukan tinggi. Begitulah kami menghargai muslimah.” Prajurit Inggris lalu bertanya lagi, “Terus kenapa aneh begitu, mereka harus berpakaian dengan pakaian yang dibungkus-bungkus? Kan cantiknya berkurang kalau seperti itu!” Pria muslim ini langsung mengeluarkan dua buah permen dari sakunya, ia kemudian membuka bungkusan permen yang satu dan membiarkan permen yang lain masih terbungkus rapi. Pria muslim itu lalu menghempaskannya ke atas tanah seraya berkata, “Sekarang, coba kamu pilih satu permen untuk kamu makan, mana yang kamu pilih?” Prajurit menjawab, “Tentu yang masih dibungkus rapi! Mana mungkin saya harus mengambil dan memakan yang sudah tidak terbungkus? Jijiklah, sudah tidak steril!” Pria muslim menjawab, “Nah seperti itulah muslimah. Kamu tau, muslimah itu wanita pilihan, makanya mereka harus dijaga dengan dibungkus (kerudung dan pakaian menutup aurat) agar mereka tetap steril dan bersih, bahkan dalam keadaan dekat dengan tempat kotor sekalipun. Sehingga kelak mereka akan diambil atau dipinang oleh yang berhak dalam keadaan bersih, steril, tanpa bekas apapun dan siapapun.” Seorang prajurit tersebut akhirnya terdiam dan menyadari betapa indahnya ajaran Islam. Betapa hebatnya Islam dalam memperlakukan wanita, sehingga mereka diperlakukan layaknya seorang ratu. Mereka adalah orang-orang yang dijaga dan dilindungi agar tetap dalam kecantikannya, tanpa pernah “terjajah” oleh orang yang tidak berhak. Mereka benar-benar “dihargai” dengan sangat mahal, sehingga seseorang yang hendak meminangnya harus benar-benar serius dan rela berkorban untuknya. Seorang wanita sempurna seperti setangkai mawar berduri. Dan kesempurnaan mawar adalah pada durinya. Semua kisah, puisi, syair dari klasik hingga post modern memberi tajuk “mawar berduri” untuk gambaran kesempurnaan bunga. Namun terkadang orang menganggap duri pada mawar menganggu, merusak bahkan mengurangi keindahan kelopak mawar. Padahal justru dengan duri itulah setangkai mawar jadi sempurna, terjaga, terlindungi, dan tidak dipetik oleh sembarang orang. Kita pun perlu mengubah mindset kita dalam memandang mawar berduri. Seringkali kita mengeluh bahwa mawar rusak indahnya karena duri, kita tidak mensyukuri sebaliknya, bahwa subhanallah duri itu memiliki bunga mawar nan indah mempesona. Mawar adalah wanita, sedangkan duri pada mawar adalah aturan yang melekat dari Allah . bagi seorang wanita. Banyak orang mengatakan aturan yang Allah buat untuk wanita, mengekang dari kebebasan, membuat sulit mendapatkan jodoh hingga sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal seperti duri pada mawar, justru aturan itu yang melindungi, menjaga keindahan wanita dan membuat seorang wanita mulia dan berwibawa, layaknya seorang ratu yang berkedudukan tinggi. Seperti duri yang jadi penyempurna mawar. Maka aturan Allah yang menjadi penyempurna wanita. Dan jika mawar berduri adalah mawar sempurna. Pastinya, wanita dengan aturan yang melekat dari Rabb-nya pula wanita yang sempurna. Seorang wanita sempurna seperti mawar berduri di tepi jurang. Bukan mawar di tengah taman. Jika mawar ada di tengah taman, mungkin tidak semua orang bisa memetiknya, tapi semua orang akan dengan mudah memandanginya dan menikmati keindahannya. Selain itu, tidak menutup kemungkinan orang biasa hingga orang kurang ajar yang nekat bisa memetik bunga tersebut dengan mudah walaupun ada tulisan “Dilarang Memetik Bunga”. Walau ada larangannya orang tetap berani memetik toh di bawah tulisan larangan itu hanya tertulis ancaman “Denda sekian puluh rupiah atau kurungan sekian waktu”. Tapi jika ada di tepi jurang tentu tak semua tangan berani menyentuhnya. Jikalau ada yang hendak memetiknya, pastinya ia adalah orang yang benar-benar menginginkannya dan rela berkorban hanya untuk mendapatkannya. Ia adalah seorang laki-laki sejati. Ia tahu betapa berharganya wanita, betapa berharganya mawar berduri di tepi jurang tersebut, hingga walaupun sulit dan membutuhkan perjuangan yang melelahkan, ia akan tetap memperjuangkannya, dan tentu karena begitu menginginkannya, dan tahu betapa berharganya ia, serta betapa perjuangan berat yang harus ia tempuh hanya untuk mendapatkannya, maka pria itu akan benar-benar menjaganya dan memperlakukannya dengan sebaik-baiknya. Meskipun ia tidak diperlakukan layaknya seorang raja, ia akan tetap memperlakukan wanita itu layaknya seorang ratu. Maka wahai para wanita, jadilah seperti bunga mawar yang tumbuhlah di tepi jurang. Hingga tak sembarang tangan lelaki bisa mencolekmu, menjamahmu. Hingga jikapun suatu saat ada seorang lelaki memetikmu. Pastilah lelaki yang paling berani berkorban untukmu. Bukan sembarang tangan, bukan sembarang orang, bukan sembarang lelaki. Karena wanita bukanlah barang murah yang boleh disentuh seenaknya, apalagi barang murahan yang habis manis sepah dibuang, kalau sudah bosen diputusin dan ganti yang lain. Wanita bukan barang hiasan yang bisa dipetik dengan ancaman kecil. Dan setelahnya tak ada yang lebih indah dari mawar berduri di tepi jurang, bagi seorang lelaki berani. Seorang wanita dengan aturan dan keterasinganlah yang menarik minat lelaki peradaban. Tapi bagi lelaki pecundang, tentu mengambil mawar tak berduri di tengah taman lebih diinginkan, “Lebih sedikit resiko,” begitu kata mereka yang kalah. Lalu terserah Anda para wanita, Apakah Anda berharap tangan pemberani atau hanya tangan para pecundang yang menyentuh Anda. Tidak tertarikkah Anda bahwa lelaki yang pertama kali menyentuh hatimu, dan menyentuh kulitmu, adalah sang imam kamu sendiri? Sungguh, Anda terlalu berharga.. Sumur Abar, 17/3/2014

Selasa, 11 Maret 2014

Pilihlah Aku !



Bagas Pratomo
Redaktur Senior Suara Merdeka

Pilihlah aku dalam Pemilu mendatang. Kenapa? Karena aku sudah serius menampilkan pose foto yang paling menarik dalam poster-poster kampanyeku.  Penampilanku itu untuk membujuk kalian agar mencoblos gambarku.

Aku juga sudah menyertakan teks-teks yang mengobral berbagai janji agar kalian semakin tertarik. Bahkan berbagai gelarku juga terpajang agar semakin kelihatan bonafid di mata kalian.

Dan karena sudah keluar banyak uang untuk membuat banyak poster itu, maka aku menginginkan semua poster tersebar dan terpasang di mana-mana.

Tentu aku tidak peduli dimana dan bagaimana akan ditempelkan. Apakah memakai tonggak dari bambu, kayu, digantung di tiang listrik, ataukah dipaku di pohon-pohon peneduh pinggir jalan.

Mana aku peduli dengan protes para pecinta pohon, yang menginginkan pencopotan poster-poster yang dipaku di pohon. Justru aku heran, itu kan cuma pohon. Buatku, tujuan untuk membujuk kalian lewat poster adalah yang paling penting.

Pilihlah aku karena sudah kukeluarkan banyak uang untuk menyumbang partai yang mengusungku. Uang itu kukumpulkan dari menggadaikan sertifikat rumah, menjual tanah mertua, bahkan utang dalam jumlah besar ke bank.

Tentu saja dengan pengorbanan tadi aku betul-betul menginginkan terpilih sebagai anggota Dewan. Mengapa? Dengan menjadi anggota Dewan, modal yang sudah keluar untuk pencalonan tadi kuharapkan bisa balik, syukur-syukur jika berlebih.

Dan sepertinya bakal berlebih. Memang dari gaji saja tidak akan cukup mengembalikan modal tadi. Namun lihatlah uang yang bakal dihasilkan dari kekuasaan sebagai anggota Dewan.

Nanti bisa diatur berbagai kunjungan kerja, baik di dalam dan luar negeri. Kalau perlu jika ke luar negeri, uang saku dinaikkan sebanyak-banyaknya. Jika ada yang protes dan mengatakan ini sebagai pelesiran, gampang kujawab bahwa kita betul-betul memerlukan studi banding ini.

Tentu yang bakal mendatangkan paling banyak uang adalah kekuasaan dalam memberikan persetujuan. Kementerian-kementerian yang membutuhkan penetapan rancangan undang-undang (RUU) pasti bakal tidak sungkan-sungkan memberikan upeti.

Persetujuan untuk menjadikannya undang-undang (UU) tentu tidak gratis. Dalam istilah umum tidak ada makan siang yang gratis. Jika mereka ingin RUU itu gol menjadi UU tentu tidak murah harganya.

Pemilihan pimpinan BUMN dan petinggi institusi pemerintahan ini juga bisa menjadi sumber perolehan uang.

Para calon pimpinan BUMN dan deputi gubernur Bank Indonesia, misalnya, tentu harus merayu kami nantinya dengan jumlah yang cukup untuk membuat kami meloloskannya dalam pemilihan jabatan mereka.

Masih ada lagi. Departemen-departemen dan lembaga-lembaga pemerintah yang menginginkan persetujuan Dewan untuk bisa mengimpor komoditi strategis mestinya harus tahu diri.

Konsesi impor, apakah impor daging sapi, beras, kedelai, atau minyak, yang nantinya bakal diberikan kepada pihak swasta tentunya menyangkut uang miliaran rupiah. Keuntungan perusahaan-perusahaan swasta itu tentu banyak. Jadi wajar saja jika nanti aku juga meminta bagian dari keuntungan itu, dan yang pasti harus dibayar di muka.

Para pejabat pemerintah itulah yang harus mengatur, apakah lewat makelar, bawahan atau orang suruhan lain, agar ''jatah'' kami sampai terlebih dahulu sebelum konsesi diberikan kepada perusahaan swasta.

Tentu tidak perlu kupikirkan bahwa tindakan itu bakal menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Jika harga daging atau kedelai jadi mahal, toh aku masih bisa membelinya. Bagaimana dengan masyarakat? Ya gampang, nanti kuimbau untuk prihatin dulu, makan seadanya.

Sebagai anggota Dewan, aku juga akan menggunakan kekuasaanku untuk mengarahkan penggunaan anggaran pendapatan dan  belanja pemerintah.

Aku tentu sudah menyiapkan perusahaan-perusahaan instan sebagai pelaksana proyek-proyek pemerintah. Duduk di perusahaan itu adalah istriku, mertua, keponakan, kerabat lain, atau orang kepercayaanku.

Jadi selain melobi ke pemerintah, perusahaan-perusahaan yang dijalankan kerabatku ini juga sudah siap untuk menerima proyek.

Jika kemudian tidak mampu mengerjakannya, gampang disubkontrakkan lagi ke perusahaan lain. Tentu saja dengan nilai proyek yang serendah-rendahnya, supaya perusahaanku bisa mengambil keuntungan banyak dari bisnis rente ini.

Mengenai mutu proyek yang dibangun nanti, kan bukan tanggung jawabku lagi. Itu sudah jadi tanggung jawab perusahaan subkontrak yang melaksanakannya.

Pilihlah aku, karena diam-diam aku juga sudah melakukan berbagai ritual di beberapa tempat keramat. Untunglah kalian tidak mengetahuinya, karena pendampingku tidak terjatuh ke jurang dan meninggal.

Tindakan irasionalku tak sampai terberitakan oleh media massa seperti calon legislatif (caleg) lain itu. Masyarakat yang rasional tetap akan menganggapku sebagai caleg yang rasional.

Tentu aku tidak akan mengatakan semua hal tadi secara terbuka kepada kalian. Itu semua hanya akan tersimpan di dalam hati dan pikiranku.

Aku akan mengemas figurku sebagai yang kalian butuhkan. Janji bakal amanah dalam mengemban tugas sebagai wakil rakyat jelas akan tercantum dalam poster-poster dan kampanye nanti.

Janji-janji bakal mensejahterakan masyarakat bakal berbuih-buih keluar dari mulutku.

Penampilan dan titel haji bisa kujadikan pelengkap supaya semakin mantap kemasanku. Janji dan amanah tadi aku sendiri mungkin sangsi apakah bisa memenuhinya, namun yang penting tampil meyakinkan dulu.

Ini jamannya mencari amanah, bukan menerima amanah. Kalau tidak meyakinkan, tidak bakal dapat jatah.

Bagaimana pertanggungjawaban soal semua ini dan ritual tadi kepada Gusti Allah? Ah itu masih lama. Gampang, nanti saja. Bagaimana? Mau kan memilih aku?

Sumur Abar, 11/3/2014

Senin, 03 Maret 2014

SETELAH ADA KESUSAHAN, PASTI ADA KEMUDAHAN

Sumur Abar - Wahai saudaraku, pernahkah Anda merasakan sebuah keadaan dimana berbagai cobaan datang silih berganti, berbagai musibah datang menerpa, berbagai kesulitan hidup menghimpit jiwa dan menyesakkan dada–dada kita. Pernahkah Anda merasakan sebuah keadaan di mana berbagai upaya telah kita tempuh, berbagai ikhtiar dan doa telah kita jalankan, akan tetapi permasalahan itu tak kunjung selesai, hanya tinggal kepasrahan atas kehendak Allah, yang menyelimuti pikiran kita, pernahkah kita mengalaminya? Itu merupakan sebuah dinamika hidup yang harus kita jalani. Sesungguhnya setelah kelaparan ada kenyang, sesudah dahaga ada kesejukan, setelah bekerja ada istirahat, setelah sakit ada sembuh, yang sesat akan menemukan jalannya, yang telah melalui kegelapan ada secercah cahaya terang benderang. Bagaimanapun hidupmu, pastikan janganlah membuatmu bersedih, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sebagaimana firman Allah ; “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah (94) : 5-6). Bukan hanya kita sebagai manusia biasa yang mengalaminya, kekasih-kekasih Allah seperti para nabi-Nya pun tak kan luput dari permasalahan tersebut. Rasulullah Saw pun pernah mengalami berbagai cobaan dalam hidupnya, percobaan pembunuhan, pelecehan, cacian, hingga pemboikotan pun pernah beliau rasakan, tapi sungguh luar biasa ketabahan beliau dan keoptimisan beliau dalam menyikapi hal itu semua. Ketika ayat 5-6 surat Al-Insyirah turun, Rasulullah Saw bersabda ; “Bergembiralah kalian semua, karena akan datang bagi kalian kemudahan, kesukaran tidak akan mengalahkan dua kemudahan.” Maka saudaraku, berilah kabar gembiralah bagi malam yang gelap, bahwa esok lusa akan ada fajar terang dari puncak gunung, dan celah-celah lembah. Berilah kabar gembira bagi mereka yang dalam keadaan gelisah, goncang, bahwa akan ada kegembiraan dan ada kelembutan tersembunyi dibalik penderitaan itu. Ketika kita hendak menuju Jakarta dari Surabaya, dapat dipastikan kita tidak akan langsung melihat Jakarta pada langkah-langkah awal, akan tetapi setapak demi setapak yang kita lalui hanya akan terlihat di depan mata kita pemandangan yang jaraknya hanya sekian meter dari posisi kita, namun apabila terus berjalan menempuh perjalanan, maka Jakarta itupun akan segera terlihat oleh mata, dan sampai pula di Jakarta tempat tujuan. Sesungguhnya, setiap ada muara ada hulunya atau sebaliknya. Ada ujung ada pangkalnya, ada kesulitan pasti setelah itu ada kemudahan. Sebagai seorang mukmin kita harus meyakini bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan. Yakinlah apabila himpitan dan kesulitan itu telah mencapai puncaknya, maka insya Allah ia akan berakhir dan terlampaui dengan hadirnya kemudahan dan kelapangan. Lihatlah bagaimana saat Imam Ahmad bin Hanbal dipenjarakan, dicambuk, namun apa yang terjadi pada beliau setelah itu? Beliau jadi Imam ahli Sunnah. Imam Ibnu Tayyimiyah keluar dalam tahanannya penuh dengan ilmu yang berlimpah ruah. Mengarang 20 jilid buku fikih. Ibnu Katsir Ibnu jauzi di Baghdad dan Imam Malik bin raib di timpa musibah yang hampir mematikan beliau, dengan penderitaannya itu beliau telah menulis kasidah yang benar-benar membuat orang terpukau, syair-syair beliau yang membuat orang membacanya terperangah dapat mengalahkan penyair-penyair Abbasiyyah yang terkenal itu. Apabila seseorang menimpakan kepadamu kemudharatan, dan apabila kamu ditimpa musibah, maka lihatlah dari sisi lainnya. Bila kamu melihat kegelapan, carilah titik terangnya. Apabila kamu disuguhkan seseorang secangkir jeruk nipis yang asam, maka tambahkanlah gula di dalamnya biar terasa manis. Jadikanlah pendingin di dalam tubuhmu yang keras, dan panas itu sebagai penyeimbangnya. Agar keluar dari dalam tubuh kita bunga yang harum semerbak wanginya. Bila kamu benci akan sikap seseorang, jangan jauhi ia, ambil dan lihat sisi baik darinya, karena Allah berfirman : “Bisa jadi sesuatu yang kamu benci itu, malah yang terbaik untukmu. Begitupun sebaliknya, bisa jadi suatu yang sangat kamu cintai, ia tak baik dan menjadi mudharat untukmu juga.” (Qs. Al-Baqarah (2): 216). Sumur Abar, 3/3/2014

Kamis, 12 Desember 2013

KALAU GAGAL, JANGAN COBA LAGI

Sumur Abar - Mungkin pembaca merasa heran dengan judul di atas, dalam mindset yang kita pahami, apabila Anda gagal dalam mencapai suatu keinginan atau target, maka teruslah mencoba dan mencoba. Jangan pernah berhenti mencoba sebelum tercapai target tersebut. Namun justru, berjuang dan mencoba terus tanpa henti hanya akan membuat usaha Anda sia-sia. Ini tentang cara. Seperti kisah Thomas Alfa Edison. Ketika Thomas Alfa Edison diundang untuk berbicara di sebuah pertemuan para ilmuwan dan bangsawan di Inggris, ia mendapat pertanyaan dari seorang bangsawan yang sedikit menyindirnya “Hai Thomas, kudengar engkau gagal sampai 1448 kali dalam mengadakan uji coba untuk menemukan bola lampu listrik ya?” kata bangsawan itu pada Thomas Alfa Edison, dan iapun menjawab, “Tuan, maaf! Saya tak pernah gagal. Saya cuma menemukan cara yang tak bisa menbuat bola lampu menyala lewat listrik sebanyak 1448 kali, dan sampai kali ke-1449 kutemukan cara untuk menyalakan bola lampu dengan listrik.” Jadi, dengan 1448 kali kegagalan, apakah Thomas Alfa Edison hanya menggunakan satu cara untuk menemukan lampu yang menyala? Tidak. Thomas di percobaan pertama, gagal. Percobaan berikutnya tentu Thomas mengubah cara untuk menemukan cara mana yang paling pas untuk membuat lampu. Andai Thomas hanya menggunakan satu cara pertama dan gagal, lalu terus dicoba, akankah lampu berhasil ditemukan? Tentu tidak. Artinya, jika kita sudah mencoba satu cara, bahkan dicoba beberapa kali namun tetap gagal dan hasilnya belum memenuhi ekspektasi, maka jangan buang-buang waktu untuk mencobanya kembali. Atau mencoba dengan bertahan pada cara lama yang hanya akan mengulangi kesalahan atau kegagalan yang sama. Tapi cobalah pendekatan baru, yang belum pernah kita coba sebelumnya. Dengan melakukannya maka kita akan mempunyai kesempatan lain untuk berhasil mencapai target daripada hanya mempertahankan cara yang sudah terbukti tidak berhasil. Sama halnya dengan menuju tempat tertentu, ketika kita sudah mengetahui satu jalan yang salah, maka yang harus kita lakukan adalah mencari jalan lain yang akan menujukan ke tempat tersebut, bukan justru mengulangi lewat jalur yang sama. Kisah lain, sebelum Soichiro Honda sukses, perjalanan karirnya dipenuhi oleh kegagalan demi kegagalan. Namun apa yang menjadi rahasia keberhasilannya? Inilah kisahnya. Ayah Soichiro Honda, Gihei Honda adalah seorang tukang besi yang beralih menjadi pengusaha bengkel sepeda. Walaupun Gihei Honda miskin, ia suka pembaruan. Rupanya sifatnya dan juga keterampilannya menangani mesin menurun pada Honda. Sebelum masuk sekolah pun Soichiro sudah senang membantu ayahnya di bengkel besi. Di sekolah prestasinya rendah. Tidak jarang ia membolos. Namun selama hidupnya, Honda terkenal sebagai penemu. Ia memegang hak paten lebih dari 100 penemuan pribadi. Yang pertama ditemukannya ialah teknik pembuatan jari-jari mobil dari logam. Ketika mengundurkan diri tahun 1973, penghasilannya mendekati 1,7 miliar dolar. Walaupun sudah pensiun, nasihatnya masih didengar. Ia mengatakan, "Semua orang menginginkan kesuksesan. Bagi saya kesuksesan hanya bisa diraih dengan kegagalan dan intropeksi diri.” Ternyata rahasia suksesnya adalah melakukan intropeksi diri! Saat gagal dengan cara yang lama, ia berupaya mencari dan menggunakan cara yang lain. Ketika eksperimennya tidak berhasil, ia meneliti kesalahan cara lama yang sudah dilakukan, menganalisis alasan ketidakberhasilan produknya, sehingga lama-lama menemukan sebuah formula sukses yang sebenarnya. Hasilnya, ia muncul sebagai penemu yang hebat dan diakui oleh dunia "Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahannya dan mencoba lagi dalam suatu cara yang berbeda," demikian ujar Dale Carnegie. Dan itulah yang perlu kita terapkan dalam usaha kita mencapai impian kita. Sayangnya tidak sedikit dari kita yang tidak belajar dari kesalahan yang sudah diperbuat. Sudah tahu cara itu tidak akan membuahkan hasil yang baik, namun tetap saja terus dicobanya. Kita beralasan, "Kita harus tekun dan tidak boleh cepat berputus asa bila menemui kendala." Itu memang benar. Setiap pekerjaan harus dibangun dengan ketekunan dan kesabaran, tetapi bukan berarti kita tidak boleh bersikap fleksibel terhadap pekerjaan kita. Jika kita tahu bahwa apa yang kita lakukan salah, keliru, tidak tepat, dan tidak berhenti untuk mengoreksinya, maka sebenarnya kita sudah melakukan kesalahan yang lain. Tepatlah apa yang dikatakan oleh Confucius, "Seseorang yang melakukan kesalahan dan tidak membetulkannya, telah melakukan satu kesalahan lagi.” Sehingga apabila kita merasa suatu usaha kita baik dalam bekerja maupun belajar ternyata hanya diam di tempat tanpa perkembangan yang justru membuat semakin tertinggal, jangan ragu untuk memutar haluan. Jangan takut untuk mengubah cara untuk mengejar target awal. Jika kita mengharapkan hasil yang berbeda dari hari-hari sebelumnya, maka kita perlu melakukan sesuatu yang berbeda dengan cara yang berbeda. Sebaliknya jika Anda tetap melakukan apa yang selalu Anda lakukan, jangan heran jika Anda tetap mendapat apa yang selalu Anda dapatkan. Sumur Abar, 12/12/2013

Senin, 18 November 2013

SEEKOR BURUNG DAN SAYAP YANG KERDIL

Sumur Abar - Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya. Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya. Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudarnya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia harus puas hanya dengan berada di satu dahan yang rendah. Ia pun merasa sangat sedih. Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “Ibu, aku merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku yang lain, mengapa akau tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku hanya bisa berdiam di dahan yang rendah?” Si induk pun merasa sedih dan dengan air mata ia berkata, “Anakku, engkau dilahirkan dengan sayap yang sempurna seperti saudaramu, tapi engkau memilih merangkak menjalani hidup ini sehingga sayapmu menjadi kerdil.” Hidup adalah kumpulan dari setiap pilihan yang kita buat. Pilihan kita hari ini menentukan bagaimana hidup kita di masa depan. Kita memiliki kebebasan memilih tetapi setelah itu kita akan dikendalikan oleh pilihan kita, jadi berpikirlah sebelum berbuat, sadari setiap konsekuensi dari pilihan yang kita buat. Sumur Abar, 18/11/2013

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More